ZAKAT MAAL

💰

ZAKAT MAAL

Menyucikan Harta, Menguatkan Kepedulian, Mewujudkan Kesejahteraan

LAZISNU BESUKI

1. Pengertian Zakat Maal

Zakat maal adalah zakat yang wajib dikeluarkan dari harta tertentu milik seorang Muslim apabila telah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh syariat Islam. Harta tersebut disalurkan kepada golongan yang berhak menerima zakat.

Kata maal berarti harta. Zakat maal bertujuan menyucikan harta, menunaikan kewajiban kepada Allah SWT, serta membantu mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Inti zakat maal:

Apabila harta yang wajib dizakati telah memenuhi persyaratan, pemiliknya berkewajiban mengeluarkan zakat sesuai jenis harta, nisab, haul jika disyaratkan, dan ketentuan yang berlaku.

2. Dasar Hukum Zakat Maal

Zakat merupakan salah satu rukun Islam. Perintah menunaikan zakat antara lain terdapat dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 103, yang menjelaskan perintah mengambil zakat dari harta untuk membersihkan dan menyucikan mereka.

Allah SWT juga menjelaskan golongan penerima zakat dalam Surah At-Taubah ayat 60. Ayat ini menjadi dasar penting dalam menentukan penyaluran zakat kepada pihak yang berhak.

3. Jenis Harta yang Dapat Dikenai Zakat

① Emas dan Perak

Emas dan perak yang memenuhi ketentuan zakat dapat dikenai zakat. Untuk emas, nisab yang umum digunakan adalah setara 85 gram emas, dengan memperhatikan ketentuan fikih yang berlaku serta peruntukan emas tersebut.

② Uang, Tabungan, dan Simpanan

Uang tunai, tabungan, deposito, dan simpanan sejenis dapat dikenai zakat apabila memenuhi persyaratan. Penentuan nisab umumnya mengacu pada nilai 85 gram emas, sesuai pedoman yang berlaku.

③ Harta Perdagangan

Barang dagangan dan aset usaha yang diperhitungkan dalam zakat perdagangan dinilai pada akhir periode zakat. Apabila memenuhi nisab dan syarat yang berlaku, zakat umumnya dihitung sebesar 2,5% dari nilai bersih harta perdagangan yang wajib dizakati.

④ Hasil Pertanian

Hasil pertanian tertentu memiliki ketentuan nisab dan waktu pembayaran tersendiri. Kadar yang umum dikenal adalah 10% untuk hasil yang diairi secara alami dan 5% untuk yang diairi dengan biaya, apabila persyaratannya terpenuhi. Perhitungannya berbeda dari zakat uang atau tabungan.

⑤ Hewan Ternak

Hewan ternak seperti unta, sapi, dan kambing memiliki ketentuan nisab dan kadar zakat tersendiri. Kewajiban zakatnya bergantung pada jenis, jumlah, masa kepemilikan, serta kondisi pemeliharaan sesuai ketentuan fikih.

⑥ Penghasilan atau Profesi

Penghasilan dari pekerjaan atau profesi dibahas dalam ketentuan zakat kontemporer. Perhitungan nisab, waktu pembayaran, dan dasar penghasilan yang dizakati mengikuti pedoman otoritas agama yang digunakan.

4. Syarat Wajib Zakat Maal

Secara umum, persyaratan yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Harta dimiliki secara sah dan berada dalam penguasaan pemiliknya.
  • Harta termasuk jenis yang wajib dizakati menurut syariat.
  • Mencapai nisab, yaitu batas minimum harta yang dikenai zakat, apabila dipersyaratkan.
  • Mencapai haul atau masa kepemilikan satu tahun Hijriah untuk jenis harta yang mensyaratkannya.
  • Memenuhi ketentuan khusus sesuai jenis harta, seperti hasil pertanian atau penghasilan.

Syarat zakat tidak selalu sama untuk setiap jenis harta. Hasil pertanian, misalnya, memiliki aturan waktu pembayaran yang berbeda dari uang simpanan.

5. Berapa Kadar Zakat Maal?

Kadar zakat bergantung pada jenis harta. Untuk emas, uang, simpanan, dan harta perdagangan yang memenuhi persyaratan, kadar yang umum digunakan adalah 2,5%.

Contoh Perhitungan Zakat Tabungan

Misalnya, seseorang memiliki tabungan yang wajib dizakati sebesar Rp100.000.000. Anggap nilai tersebut telah mencapai nisab, telah memenuhi haul, dan seluruhnya merupakan dasar harta yang wajib dizakati.

Perhitungan:

Rp100.000.000 × 2,5%
= Rp2.500.000

Jadi, zakat yang perlu dibayarkan dalam contoh ini adalah Rp2.500.000.

Contoh Harta Belum Mencapai Nisab

Jika seseorang mempunyai tabungan Rp20.000.000, sementara nisab yang berlaku saat perhitungan adalah Rp80.000.000, maka tabungan tersebut belum mencapai nisab. Dalam contoh ini, zakat maal atas tabungan itu belum wajib berdasarkan nisab tersebut.

Nilai nisab Rp80.000.000 hanya angka ilustrasi, bukan nilai resmi saat ini. Periksa nilai emas dan pedoman resmi ketika menghitung zakat yang sebenarnya.

6. Siapa yang Berhak Menerima Zakat?

Berdasarkan Surah At-Taubah ayat 60, terdapat delapan golongan penerima zakat atau asnaf:

  1. Fakir.
  2. Miskin.
  3. Amil zakat.
  4. Mualaf.
  5. Riqab atau pembebasan dari perbudakan.
  6. Gharimin, yaitu orang yang memiliki utang sesuai kriteria syariat.
  7. Fisabilillah.
  8. Ibnu sabil atau musafir yang memenuhi ketentuan.

Penyaluran zakat harus memperhatikan kriteria penerima, ketentuan syariat, dan peraturan yang berlaku agar dana zakat benar-benar sampai kepada pihak yang berhak.

7. Mengapa Zakat Maal Penting?

  • Ketaatan kepada Allah SWT: menunaikan kewajiban agama.
  • Penyucian harta: mendidik pemilik harta agar tidak bersikap kikir.
  • Kepedulian sosial: membantu masyarakat yang membutuhkan.
  • Pemerataan kesejahteraan: mendukung distribusi harta kepada golongan yang berhak.
  • Pemberdayaan umat: mendukung program sosial dan ekonomi sesuai ketentuan penyaluran zakat.

8. Tunaikan Zakat Maal Melalui LAZISNU Besuki

LAZISNU Besuki dapat menjadi tempat masyarakat memperoleh informasi mengenai penghitungan, penghimpunan, dan penyaluran zakat. Sebelum membayar, konsultasikan jenis harta, nilai nisab, haul, serta jumlah zakat yang harus ditunaikan kepada petugas yang berkompeten.

Pastikan pembayaran dilakukan melalui saluran resmi yang telah dikonfirmasi oleh pengurus. Mintalah bukti pembayaran dan informasi penyaluran sesuai ketentuan lembaga.

Mari Tunaikan Zakat Maal

Sucikan harta, bantu sesama, dan hadirkan manfaat bagi masyarakat bersama LAZISNU Besuki.

Konsultasi Zakat Maal

LAZISNU BESUKI · Amanah Mengelola, Peduli Sesama
Materi edukasi umum. Perhitungan zakat sebenarnya perlu disesuaikan dengan jenis harta dan pedoman resmi yang berlaku.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *